Tertawalah Sebelum Tak Bisa Tertawa

Tertawalah Sebelum Tak Bisa Tertawa – Jika kalian penggemar film-film Warkop DKI, pastinya kalian sudah sangat hafal apa saja judul film-film yang pernah mereka tayangkan. Dan pastinya kalian semua akan tertawa ketika melihat film-film mereka karena memang semua bergenre komedi. Dan pastinya mereka selalu menempatkan sebuah slogan pada film-film mereka. Salah satunya adalah yang berbunyi “Tertawalah Sebelum tertawa itu dilarang”.

Ya, tertawa memang tak dilarang, namun apakah ada orang di dunia ini yang tak bisa tertawa atau tak boleh tertawa? Jawabnya adalah ada. Seperti wanita yang ada dalam kisah inspirasi kali ini. Seorang wanita ini bernama Kay Underwood, 22 tahun. Setiap kali Kay Underwood tertawa, otot-otot tubuhnya lumpuh seketika. Dalam kondisi itu, ia akan sulit menggerakkan tubuhnya, meski matanya bisa melihat dan telinganya mendengar.

Pada akhir 2008, mahasiswi arsitektur ini didiagnosis menderita cataplexy. “Aku bisa terjatuh lemas 40 kali dalam sehari gara-gara tertawa,” ujar Kay. Kelumpuhan baru hilang ketika emosinya kembali stabil.

Kay pertama kali mendapat serangan lumpuh mendadak ini saat kuliah semester awal. “Saat itu aku sedang di dapur bersama seorang teman. Saat sedang tertawa lepas, aku tiba-tiba terjatuh ke lantai. Aku bisa mendengar dan melihat, tapi aku tak bisa bergerak,” ujarnya. Tak hanya saat tertawa, Kay juga bisa lumpuh sesaat ketika merasakan emosi berlebih seperti menangis, terlalu gembira, terkejut, malu, dan ketakutan. Bahkan, Kay bisa terjatuh saat mendengar pria menyatakan cinta.

Dr Andrew yang menangani kasus Kay mengatakan, dunia medis belum berhasil mengungkap penyebab sakit ini. Sejumlah pakar medis menduga adanya faktor genetik. Namun, ada pula yang berpikir bahwa itu terjadi akibat gangguan autoimun atau kerusakan otak yang dipicu infeksi parah. Belum ada obat yang bisa menyembuhkannya.

Penyakit ini mungkin tidak mematikan, tapi cukup berbahaya ketika penderita terjatuh di lokasi yang tak aman. “Aku selalu berpikir, bahaya bisa menyerang kapan saja. Aku tak pernah tahu apa ada kaca di sekitarku,” ujarnya yang sempat frustasi dengan kondisinya.

“Setiap sudut bisa mendatangkan bahaya untukku. Secangkir teh di tangan juga bisa berbahaya,” Kay menambahkan. “Coba bayangkan ketika serangan itu muncul saat aku sedang bersepeda atau mengemudi.

Nah, dari kisah inspirasi diatas, kita bisa menyimpulkan sebuah pelajaran berharga jika selain kita harus selalu waspada pada kondisi tubuh kita, hendaknya kita juga harus selalu bersyukur karena kita masih bisa diberikan nikmat melalui kebahagiaan dan juga tertawa. Semoga kisah inspirasi diatas bisa jadi bahan renungan malam yang bisa memberikan kita motivasi kerja yang lebih baik lagi.
0 Komentar untuk "Tertawalah Sebelum Tak Bisa Tertawa"


Back To Top