Tahukah Kita Jika Kita Sombong?

Pernahkah kalian mendengar teman kalian atau keluarga kalian mengatakan kepada kalian jika kalian termasuk orang yang sombong? Atau mereka berkata kepada kalian jika kalian adlah orang yang baik? Sebelum kalian marah atau berbangga diri atas sanjungan dan kebenaran yang mereka lihat, hendaknya marilah kita bercermin diri sebentar dengan kisah inspirasi ini.

Tahukah Kita Jika Kita Sombong?

“SOMBONG sekali sih kamu!!”

sudah pasti, pengutaraan kalimat seru di atas terasa sangat tidak nyaman bagi yang bersangkutan. Yaa, tidak ada seorang manusia normal yang ingin disandingkan dirinya dengan sifat sombong.

Layaknya air yang tidak rela bersatu pilu dengan minyak. Layaknya mentari yang enggan bertemu sang bulan. Tapi, sadarkah kita? bahwa ternyata setiap harinya, kita menyandingkan diri ini dengan sifat kotor ini. Yaa! begitulah kira-kira.

Tahukah Kita?

Orang yang sombong, adalah ia yang enggan menerima sebuah kebenaran yang terucap dari luar dirinya. Ia tidak pernah rela bila kebenaran lahir dari orang lain. Baginya, setiap kebenaran hanya berhak bagi dirinya.

Seakan-akan, dirinya sendiri adalah kebenaran yang selalu melahirkan kebanaran. Seakan-akan, setiap langkah dan ucapannya hanya meninggalkan bekas kebanaran. Padahal, manusia seperti inilah yang Allah SWT tidak suka terhadapnya. Hal ini lah yang membuat makhluk sekaliber setan terjatuh dalam lembah kemaksiatan tiada ujung.

Tahukah Kita?

Orang yang sombong adalah mereka yang sedikit melepas doa. Di matanya, hidup ini hanya berbicara mengenai dirinnya dan harapannya. Tiada makna Allah SWT yang bermakna dalam setiap perjalanan hidupnya untuk mencapai harapan. Ucapan doa yang keluar hanya sedikit, bahkan nyaris tiada. Kalaupun ada, doa yang keluar hanya sekedar formalitas belaka.

Andaikan akhirnya dia memohon, selalu terjadi di saat-saat mengkhawatirkan ketika kesombongannya tidak mampu menyelesaikan masalahnya.

Terjadi ketika analoginya mereka berdiri di ujung jurang, dan tidak ada tempat memohon lagi, dan akhirnya tertuju pada Allah SWT. Begitukah??? Allah SWT sebagai ujung jalan solusi kebutuhan kita? Menempatkan Allah SWT sebagai pilihan terkhir dalam meminta???

Yaa,, itulah mereka yang sombong terhadap Tuhannya,, sombong.

Tahukah Kita??

Orang yang sombong adalah orang yang sangat sulit menutur kata “maaf”. Baginya, “maaf” termasuk dalam kosakata yang harus dihilangkan dari kamus hidupnya. Selalu melihat orang sebagai sasaran kesalahan bagi setiap kesalan dirinnya.

“ini bukan salahku!!” , ” kenapa aku yang disalahkan??”, ” enak aja menyalahkan aku!!”

padahal..andaikan ia berani,,, indah sekali bila ia berkata,,,

” maafkan aku ya….” bila setiap manusia di bumi ini saling mendahului memohon maaf, maka tak akan pernah kita bayangkan keindahan yang akan tercipta. Yaa,,, begitulah,,, “SOMBONG!” ternyata memang harus kita buang jauh-jauh dari diri kita.

Percayalah, ketika sifat ini semakin jauh dari kita, semakin Allah SWT cinta pada kita, semakin manusia-manusia mencari kita, semakin rezeki mengejar kita, semakin kebahagiaan betah bersama kita. Yaa,, bukanlah berarti seorang penulis adalah mereka yang telah sempurna menulis makna serupa dalam lembaran kehidupannya.

Nah, mulai sekarang mari, arahkan mata hati kita ke dalam diri, bukan orang lain. Teman kita, saudara kita, atau selainnya maafkan mereka andaikan pernah berlaku sombong pada kita dan maafkan diri kita dengan menjauhkan kesombongan dari diri kita.

Semoga kisah inspirasi dan juga kata motivasi kerja diatas bisa jadi tips tips yang bagus untuk dijadikan sebagai bahan renungan malam bagi anda yang masih memiliki sifat sombong.
0 Komentar untuk "Tahukah Kita Jika Kita Sombong?"


Back To Top