Bahagia Hidup Tanpa Uang

Jika mendengar kata ‘uang’, apakah yang kalian pikirkan? Hmm,,, pastinya kalian semua ingin memiliki uang bukan? Uang, uang dan uang, satu kata yang membuat mata kita terbelalak jika mendengarnya. Semua orang pasti membutuhkan uang, namun adakah orang di dunia ini yang tak membutuhkan uang dalam hidup mereka? Mungkin anda akan menemukannya dalam kisah inspirasi berikut ini.

Bahagia Hidup Tanpa Uang

Uang, sebuah benda yang membuat banyak orang ingin memilikinya. Uang bisa membuat manusia jadi tamak. Uang bisa membuat seseorang ‘menginjak-injak’ orang lain. Bahkan uang bisa membuat seseorang membunuh orang lain. Ya.. itulah sisi gelap uang. Hampir tidak ada yang gratis di dunia ini, semua butuh uang. Kadang uang menekan hidup, karena itulah wanita ini memutuskan untuk hidup tanpa uang.

Aneh memang, di zaman yang serba gila kekayaan dan silau harta, Heidemarie Schwermer yang hampir berusia 70 tahun justru memutuskan untuk meninggalkan hidup mewahnya. Wanita yang berasal dari Jerman ini memulai petualangan saat usianya masih 50 tahun. Heidemarie meninggalkan pekerjaan sebagai psikoterapis dan yakin bisa hidup tanpa uang. Kisahnya bahkan dibuat film dengan judul Living Without Mones.

Keluargaku Kaya, Tetapi Miskin

Kisah ini bermula saat keluarga Heidemarie mengalami kebangkrutan di Perang Dunia II sekitar tahun 1940. Dengan jerih payah ayahnya yang seorang pengusaha kopi, keluarga mereka kembali berjaya dan kaya raya. Tetapi.. ada pergolakan batin saat keluarga Heidemarie mempertahankan kekayaan sekuatnya. Heidemarie muda berpikir, apakah keluarganya sungguh kaya atau sebenarnya miskin secara batin?

Heidemarie akhirnya meninggalkan kehidupannya yang bergelimang harta, dia bergabung dalam perkumpulan penduduk lokal. Perkumpulan itu akan membuat seseorang bekerja untuk mendapatkan barang, bukan uang. Heidemarie bekerja sebagai pengasuh anak hingga tukang bersih-bersih. Semua dia lakukan dengan gembira. Heidemarie bahkan tidak keberatan memberikan rumahnya secara cuma-cuma pada kerabatnya.

“Saya rasa itulah saat yang tepat, saya memberikan rumah dan semua yang saya miliki,” ujar Heidemarie. Semua barang diserahkan, kecuali barang pribadi yang memiliki kenangan, semua dimasukkan dalam koper kecil.

Bahagia Hidup Dalam Kesederhanaan

Walaupun hanya mendapatkan bayaran berupa barang, Heidemarie tidak keberatan menyumbangkan baju yang didapat untuk orang lain. Sementara itu orang lain secara ajaib sering membantu Heidemarie, dia menyebutnya mukjizat, bukan sumbangan semata. “Setiap hari saya melihat banyak keajaiban di dalam hidup saya,” ujarnya.

Banyak memberi, banyak menerima, itulah kata-kata yang sering diucapkan Heidemarie. Bertahun-tahun hidup tanpa uang tidak selalu mulus, kadang Heidemarie harus mencari sisa sayur segar di pasar. Walau begitu, Heidemarie tidak mau disebut tunawisma, karena dia bahagia dan tidak mengganggu kenyamanan orang lain.

Perjuangan dan kisah inspirasi dari kehidupan Heidemarie membuatnya dipercaya untuk melatih mahasiswa ahli lingkungan BUND Youth dari Muenster. Ada beberapa orang yang mengkritik gaya hidup Heidemarie, tetapi baginya, kritikan itu bisa diterima walaupun menyakitkan. Ada juga yang memberi respon positif bahwa uang tidak selalu memberi kebahagiaan, ada orang yang banyak uang tetapi miskin hati.

Dari kisah inspirasi diatas kita pasti dapat mengambil sebuah hikmah dan pelajaran tersendiri yang bisa dijadikan sebagai renungan malam. Dan dalam kisah inspirasi diatas kita juga bisa mengambil kesimpulan dengan membuat sebuah kata mutiara yang mungkin sudah sangat sering kita dengar, kata mutiara motivasi tersebut berbunyi “Dalam kesederhanaan, selalu ada kebahagiaan.”
0 Komentar untuk "Bahagia Hidup Tanpa Uang"


Back To Top